ACARA I
MEMBERI ATAU MELENGKAPI TANDA ( NOMOR ) KALUNG PADA INDUK DEWASA KAMBING PERAH, KAMBING JANTAN MUDA DAN KAMBING BETINA MUDA
Oleh :
NAMA : zulkarnain
NIM : BIA 009 064
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam proses pemberian kode pada 12 kambing perlakuan kita haus memperhatikan umur dari masing-masing kambing seperti kode Bm,-Bm4 (betina muda) ,JM(Jantan muda) Bd,(betina dewasa) pemberian kode ternak ini penting untuk di lakukan agar pakan yang kita berikan sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan berat badan ternak yaitu 10% dari berat badan untuk mengetahui kambing mana yang termasuk ke dalam kode BM,JM,dan BD.Maka kita harus melihat umur ternak,berat badan,apabila umur ternak 1-12 bulan maka kambing tersebut di beri kode BM,10-12,Jantan muda, 2-4 tahun betina dewasa
Dengan demikian dalam proses pemberian pakan maka kita harus menyesuaikan antara konporsi pakan yang di berikan dengan berat badan dan umur ternak,apabila pakan yang di berikan sesuai dengan kebutuhan ternak maka akan dengan otomatis performance ternak akan meningkat,maka dalam hal ini akan menguntungkan peternak.pemberian pakan harus di beri yaitu secara berangsur-angsur yaitu 3x sehari ( pagi,siang,sore) untuk itu perlu di lakukan penimbangan awal yaitu saat ternak ( kambing di beri perlakuan hari pertama,serta akhir praktikum) guna mendapatkan apakah prosesyang kitalakukan baik pemberian pakan,pemeliharaan serta perlakuan lain berhasil memberikan respon atau tidak,kepada masisng2 ternak ternak akan mengalami peningkatan berat badan apabila peternak berhasil dengan baik melakukan pemeliharaan
Serta Hal ini akan memudahkan pencatatan produksi dan reproduksinya. Identifikasi biasanya dilakukan sewaktu pedet berumur 2 – 3 hari. Adapun pembuatan tanda pengenal tersebut ada beberapa cara yaitu sebagai berikut.
1. Dengan Besi Panas.
Yang dimaksud besi panas disini adalah cap yang berbentuk huruf, angka atau simbol (gambar). Cap ini mula-mula dipijarkan kemudian ditempelkan pada kulit pangkal paha. Bekas pembakaran akan terlihat berbentuk huruf, angka atau symbol, dan tanda ini tidak akan hilang.
2. Ear Tags.
Ear tags adalah pemberian tanda berbentuk kancing atau anting yang terbuat dari logam anti karat, atau plastik yang dipasangkan pada telinga anak sapi. Dengan alat khusus, kancing atau anting yang terbuat dari logam tahan karat atau plastik tersebut ditempelkan pada telinga anak sapi.
3. Tattoo.
Pemberian tanda dengan membuat tattoo pada daun telinga dengan alat yang disebut “tattoo ear marking”. Alat ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diatur dalam pembuatan nomor yang dikehendaki. Hasilnya kemudian diberi tinta yang tahan lama, sehingga tanda tersebut akan permanen.
4. Ear Notches.
Pemberian tanda dengan cara mengerat bagian-bagian tertentu dari daun telinga. Pengeratan dilakukan pada bagian atas, bawah, tengah, dan ujung daun telinga sebelah kanan, dan kiri. Lokasi dan bentuk keratan menunjukkan angka tertentu.
5. Necks Straps and Chains.
Cara ini dilakukan dengan menggunakan sabuk kulit atau rantai. Nomor dibuat dalam plat logam atau plastik, kemudian dikalungkan dengan menggunakan sabuk kulit atau rantai. Pembuatan nomor seperti ini adalah paling mudah, tetapi resikonya mudah hilang.
Disamping tanda pengenal, pedet juga harus mempunyai buku catatan dan kartu identitas yang di dalamnya tercantum: nomor pedet, tanggal lahir, berat lahir, nomor/nama bapak dan induk, dan gambar komposisi warna tubuh.
Mengingat pentingnya pemberian tanda pengenal pada ternak karena alas an yang telah dijelaskan maka sangat perlu di lakukanya praktikum mengenai MEMBERI ATAU MELENGKAPI TANDA ( NOMOR ) KALUNG PADA INDUK DEWASA KAMBING PERAH, KAMBING JANTAN MUDA DAN KAMBING BETINA MUDA
B. Tujuan Dan Kegunaan Praktikum
Tujuan Praktikum
Adpun tujuan dari praktikum ini yaitu :
1. Untuk mengetahui, menanda dan mempermudah dalam mengenali induk-induk kambing perah yang ada.
2. Untuk membedakan satu kambing dengan kambing lainnya, terutama pada kambing-kambing yang akan dijadikan bibit.
Kegunaan Praktikum
Adapun kegunaan dari praktikum ini adalah untuk mendorong kreatifitas, kejelian, dan keterampilan dalam memberi tanda pada kambing perah.
TINJAUAN PUSTAKA
Sudrana dkk, (1989) menyatakan, dalam penandaan kambing/ ternak, hal- hal yang harus diperhatikan adalah, macam alat dan jenis penandaan. Seperti yang diketahui, macam – macam penandaan yang sering digunakan pada masyarakat luas antara lain:
1. Pemberian tanda pada telinga, ini bisa menggunakan nomor atau nama kambing
2. Kalung
3. Tatto. Dll.
Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan hasil persilangan antara kambing Etawah yang berasal dari India dengan kambing lokal Kacang (Sodiq, Adjisoedarmo dan Tawfik, 2002). Karaekeristik kambing PE adalah bentuk muka cembung, dagu berjanggut, terdapat gelambinr di bawah leher, telinga panjang dan menggantung serta ujungnya agak melipat, tanduk ujungnya agak melengkung, tubuh tinggi dan pipih, rambut tumbuh panjang di bagian leher, pundak, punggung dan paha (Anonymous, 2007). Standart mutu kambing PE bibit yaitu rambut belang hitam putih, merah, coklat dan kadang-kadang putih. Tanduk kecil, muka cembung, daun telinga panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir cukup besar. Daerah belakang paha, ekor dan dagu berambut panjang. Tinggi badan betina berkisar antara 55 – 60 cm, sedang yang jantan antara 65 – 70 cm. Bobot badan betina antara 15 – 25 kg, sedangkan yang jantan antara 25 – 35 kg (Anonymous, 2005).
Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan ternak yang adaptif pada kondisi tropis dan telah tersebar luas di Indonesia. Selain beranak tunggal, kambing PE dapat beranak kembar, bahkan tiga dengan rata-rata jumlah anak sekelahiran 1,5 ekor. Produksi susu masih bervariasi yaitu berkisar antara 0,5-2,2 l/hari. Penyebabnya, ternak bukan berasal dari hasil seleksi sebagai ternak perah. Angka kematian anak prasapih pun tinggi. Perbaikan manajemen pemeliharaan, lingkungan, dan pakan diyakini mampu mengatasi masalah tersebut. Dengan pakan atau nutrisi yang memadai, ternak akan menghasilkan susu yang berkualitas tinggi dan anak yang sehat (Puslitbangnak, 2010). Karena produksinya masih bervariasi maka perlu diseleksi untuk memperoleh bibit jantan maupun betina yang baik.
Menurut Mulyono dan Sarwono, (2005). Sistem pemeliharaan secara ekstensif umumnya dilakukan di daerah yang mahal dan sulit untuk membuat kandang, kondisi iklim yang menguntungkan, dan untuk daya tampung kira-kira tiga sampai dua belas ekor kambing per hektar (Williamson dan Payne 1993). Sistem pemeliharaan secara ekstensif, induk yang sedang bunting dan anak-anak kambing yang belum disapih harus diberi persediaan pakan yang memadai (Devendra dan Burns, 1994). Rata-rata pertambahan bobot badan kambing yang dipelihara secara ekstensif dapat mencapai 20-30 gram per hari.
MATERI DAN METODE PRAKTIKUM
A. Materi Praktikum
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu :
Alat :
1. Spidol
2. Kertas untuk menulis tanda
3. Tabel lembar pencatatan data Bahan :
Kambing Perah
B. Metode Praktikum
Adapun metode atau cara kerja pada acara ini adalah sebagai berikut :
1. Memotong kecil-kecil (5x4 cm) selang air plastic
2. Menulis nomor (1,2,3...dst) pada potongan selang air tadi, dan dilubangi dengan paku panas.
3. Melubangi salah satu bagian atas sisi plastik (b) kemudian dimasukkan tali plastik
4. Kalungkan pada leher induk kambing perah
5. Menulis dengan kertas dan menandai pada kandang kambing perah
C. Tempat dan Tanggal Praktikum
Tempat Praktikum :
Praktikum ini dilaksanakan di Kandang Kambing Perah Gunung pengsong, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Tanggal Praktikum :
Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal, 3 – 7 desember 2011.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
Kode untuk kambing perlakuan
Kode induk dan cempe
L2AI =L 2AIA
L2AIB
LIAI =LIAI
BD2=LIA3
BD3=L2A2A
= L2A2B
BD4 =L2A3A
=L2A3B
Kode untuk jantan
KJI
KJ2
KJ3( TIDAK ADA KODE)
KJ4
KJ5
KJ6
KJ7
KJ8=( IDAK ADA KODE)
KJ9
KJ10
KJ11
KJ12
KJ 13 (TIDAK ADA KODE)
KJ 14 (TIDAK ADA KODE)
B. Pembahasan
Pemberian tanda, nomor pada kambing sangat penting, ini untuk mempermudah dalam manajemen pemeliharaan dan dapat mempermudah mengenali kambing perah. Pemberian tanda secara individu penting sekali dilakukan untuk membedakan satu kambing dengan kambing lainnya, terutama pada kambing yang akan dijadikan bibit. Hal ini akan memudahkan pencatatan produksi dan reproduksinya. Identifikasi biasanya dilakukan sewaktu pedet berumur 2 – 3 hari.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan kesimpulan yang dapt saya simpulkan yaitu:
1. Pemberian tanda, nomor pada kambing sangat penting, ini untuk mempermudah dalam manajemen pemeliharaan
2. Untuk membedakan satu kambing dengan kambing lainnya, terutama pada kambing-kambing yang akan dijadikan bibit.
3. Pemberian tanda secara individu penting sekali dilakukan untuk membedakan satu kambing dengan kambing lainnya, terutama pada kambing yang akan dijadikan bibit.
B. Saran
Diharapkan kepada praktikan, sebelum melakukan praktikum untuk mempelajari materi yang akan dipraktikumkan, untuk mendapatkan hasil praktikum yang optimum. Tidak lupa pula saat melakukan praktikkum supaya mentaati praturan dan disiplin, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonymous, 2005. Standar Mutu Bibit Kambing. Kementerian Pertanian
Anonymous, 2007. Tujuh Plasma Nutfah kambing Lokal Indonesia. www.inovasi/k1070405.pdf (23 Nopember 2010)
De Jong, R. 1996. Dairy stock development and milk Production with smallholders. Dr. Thesis WAU, the Netherlands.
Atmadilaga, D. 1973. Potensi pengembangan dan Peningkatan Usaha Sapi Perah di Indonesia. Naskah Seminar Pengembangan Usaha Peternakan dan Pemasaran Peternakan di Indonesia, Jakarta 4 – 5 April.
Kusumadewa, A.L., S. Sutrisno, W. Widianto dan D. Hasibuan. 1977. Laporan Feasibility Study Pengembangan Sapi Perah di Jawa Barat dan Jawa Timur. Survey Agro-Ekonomi, Direktor Jenderal Peternakan.
Singh, N. dan V.D. Mudgal, 1983. Effect of level of protein intake on milk secretion and feed conversion efficiency in goats. Indian Journal of Animal Science 53: 524-527.
Sindoeredjo, S. 1961. Pedoman Perusahaan Pemera han Susu. Proyek Pengembangan Ternak Perah, Direktorat Pengembangan Produksi Peternakan Direktorat Jendral Peternakan.
Siregar, S. 1990. Sapi Perah: Jenis, Teknik Pemeliharaan, dan Analisa Usaha. PT Penebar Swadaya. Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar